Postingan

sebait kata

Sabtu, 11 april 2015 Ruang baca lantai 3 perpusat UI Semalam aku masih terjaga sampai jam setengah tiga dini hari, namun tidak semua yang aku lakukan waktu itu sebagai hal yang bermanfaat, ya aku sadar namun aku selalu berusaha memanfaatkan waktu agar tidak terbuang sia-sia. Aku bukan seorang aktivis pergerakan untuk bangsa ini, tapi aku juga tidak mau apatis akan persoalan bangsa. Semalam aku menonton hasil download video mata najwa, permbicanya adalah menteri perikanan kita Ibu Susi yang lulus SMA saja tidak. Kata beliau pendidikan ini penting, atau kita harus bekerja minimal tiga kali lebih keras dibanding yang sekolah. Kuliah adalah menuntut ilmu, tapi seperti yang aku rasakan sekarang belajar itu sungguh banyak godaannya. Aku telah sejak pukul 10 pagi di perpusat bersama seorang temanku, niat kami tentu lurus untuk belajar dan mengerjakan tugas. Aku memilih belajar di perpus karena aku bosan di kamar yang hawanya membuatku mengantuk. Namun rupanya mata ini tidak bisa dibo...

"Praktikum Farmasetika Minggu IX"

Depok, 16 April 2015 Assalamualaikum wr.wb Bismillahirrahmanirrahim.. Hallo teman-teman semua alhamdulillah hari ini saya bisa menulis lagi, walau belum bisa menulis setiap hari tapi saya berusaha untuk sering menulis. Hari ini saya mau bercerita tentang kegiatan saya. Seperti biasa di hari kamis ini adalah jadwal praktikum farmasetika. Buat temen-temen yang belum tau apa itu praktikum farmasetika tenang aja akan saya jelasin dulu. Jadi salah satu matkul di Farmasi UI adalah praktikum farmasetika, nah praktikum farmasetika ini adalah praktik gimana cara-cara meracik obat yang diresepkan dokter. Nah pada matkul ini sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum praktikum, laboran akan menempel resep yang  akan kita praktikan, namun sebelumnya kita wajib bikin yang namanya jurnal kotor sebagai penuntun kita ketika responsi oleh dosen. Wah kalo yang baca anak SMA mungkin bakal bingung sama apa yang saya tulis. Wkwk. Jadi gini, misal laboran udah menempel 6 buah resep di papan pengumuman p...

"Silent Reader of Blog ---> Writer of Blog"

Depok, 12 April 2015 Bismillahirrahmanirrahim ba'da tahmid wa sholawah. Alhamdulillahirobbil 'alamin hari ini begitu indah dan dan cerah, semoga kita semua senatiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Melalui tulisan semoga saya bisa menginspirasi, ah rasanya masih belum sampai tahap itu, tapi saya optimis suatu saat bisa sampai pada tahap itu. Untuk saat ini saya hanya ingin sebatas share informasi dan perjalanan hidup yang saya lalui semoga ada sedikit hikmah yang dapat diambil, Saya sangat senang membaca dan menulis, tapi saya bukanlah pembaca dan penulis profesional, jadi saya hanya membaca dan menulis untuk konsumsi saya pribadi. Namun kini saya sadar bahwa saya bukan anak sekolah lagi, saya sekarang adalah mahasiswa yang harus memiliki aksi dan kontribusi untuk umat. Ya saya baru mengerti sekarang betapa peran sebagai mahasiswa kini bukan hanya belajar untuk diri sendiri, tapi bagaimana kita berkontribusi untuk umat. Dalam berkontribusi dan berdakwah tentu kit...

semoga kata dapat mengobati luka

Bismillahirrohmanirrohim.. setelah sekian lama blog ini saya buat hanya untuk mengobati kegelisahan hati saya sendiri, yang sering tidak teratur dan tidak digunakan secara maksimal kini saya ingin blog saya bisa memberikan manfaat juga terhadap orang lain. Saya bukanlah seseorang yang memiliki sesuatu untuk dibanggakan seperti banyak blog penulis yang biasa saya baca. Namun saya yakin dalam setiap kata tersimpan makna, yang kadang hanya orang-orang tertentu yang dapat mengerti makna tersebut. Rasanya saya sudah haus ingin segera menumpahkan isi kepala saya yang begitu banyak dgn kenangan-kenangan yang tak ingin saya lupakan dan ingin saya ukir dalam barisan-barisan kata sehingga kelak jika memang raga telah tiada anak cucu saya bisa tau siapa saya dan bagaimana perjalanan hidup saya. Bagi saya saat ini menulis bagaikan sebuah obat, obat yang tak dapat diresepkan oleh dokter dan tak dapat pula diracik oleh seorang apoteker untuk sang pasien. Ketika semua pikiran dan unek-unek tak bisa ...

Aku malu pada tumbuhan yang bergoyang sendiri

 Siang malam aku sering bergumam akan takdir yang terkadang masih sering ku sesali, maafkan aku Tuhan. Jiwa ini sangat hina berani-beraninya menantang dan mendeklarasikan bahwa takdir Tuhan atas diriku ini begiu buruk.  Ahh inilah manusia yang tak pernah puas, inilah aku yang ingin semua yang sempurna dan bernilai tinggi namun usaha sangat minim.. alah itu hanya khayalan saja. Tuhan bolehkah aku meminta agar Kau tunjukkan suatu tanda padaku sehingga aku bisa lebih menunjukkan keayukuranku padamu? Maaf Tuhan aku sangat egois :(

bahagia itu sederhana :)

Aku merasa malu pada angin yang selalu menghantarkan kesejukan pada alam. Aku malu pada Allah atas sikap dan pemikiranku selama ini. Kini aku bersyukur ada di tempat ini, tempat yang sama sekali tidak aku impikan dahulu, tempat yang kadang masih sering aku bandingkan dengan tempat dimana mimpiku dulu pernah dirajut. Allah, maafkan aku atas segala sifat kekanak-kanakanku dan sikap kurang bersyukur selama ini. Kini hari demi hari ku jalani dan semakin bertambah kesyukuranku. Kadang aku terlalu menyalahkan Tuhan mengapa aku tak bisa berada disana bersama yang lain, ya aku terlalu berharap. Namun kini aku mencoba menjalani semua peranku dengan ikhlas karena Allah, ku yakin Allah memiliki alasan khusus mengapa aku harus berada disini, bukan disana.  Kini aku berada di sebuah gerbang, gerbang masa depan. Ingin ku rajut setiap detikku di tempat ini dengan sempurna, aku ingin mengambil sebanyak-banyaknya ilmu dan pengalaman disini. Aku ingin merasakan hembusan angin di belahan bumi yang...

Bahagia itu pilihan

idealnya aku ingin mendengar dan mengikuti semua saran dari semua pihak. tapi saran itu berbeda-beda dan membuat aku bingung untuk memilih saran yang mana. Aku tau saran yang kalian berikan adalah bukti bahwa kalian ingin aku mendapat yang terbaik. Disinilah titik aku harus memilih, ya memilih jalan hidup aku sendiri setelah semua saran diberikan. Bukan aku tak mau menuruti semua saran kalian, andai aku bisa menjalani lebih dari satu hal dalam satu waktu mungkin akan aku pilih semua saran itu, tapi aku tak bisa, aku mempunyai batasan sama seperti kalian. hidup ini memang selalu penuh dengan berbagai pilihan yang kadang kita sendiri enggan untuk memilih atau terkadang  ingin untuk memilih semuanya. orangtua aku ingin aku menjadi seorang bidan, walau sejujurnya aku tidak terlalu tertarik, rasanya aku tak punya ketertarikan pada suatu hal pekerjaan atau jurusan, makanya aku sempat bingung pas jaman-jamannya snmptn undangan.. aku telah cerita kepada beberapa temanku mengenai ini, namu...